Bisnis Kolam Renang

Di Mana Menariknya Bisnis Kolam Renang?

Ada beberapa hal yang membuat bisnis kolam renang itu menarik bagi beberapa orang. Berikut ini ringkasannya.

Asetnya Utuh

Bisnis kolam renang, pada dasarnya adalah bisnis jasa penyewaan property (berupa kolam renang). Dengan mengingat bahwa property (kolam renang) yang disewakan adalah senantiasa dijaga (attended) oleh pemilik atau pegawainya, maka cenderung akan senantiasa ‘utuh’. Jadi, tidak sama dengan bisnis ‘dagang beras’. Kalau berasnya terjual, maka berasnya ‘hilang’/habis, dan pengusaha/pedagang, harus kulakan lagi. Berbeda pula dengan bisnis penyewaan mobil, dimana barang yang disewakan cenderung jatuh harganya cepat sekali, seperti berdagang buah atau sayuran. Jadi, ini titik menarik yang pertama: investasi kita relatif senantiasa utuh (bahkan berkembang seiring dengan kenaikan harga tanah/property). Seapes-apesnya, kolam renang itu sepi, dan bisa dijual kembali dengan nilai jual yang sesuai harga propertynya yang cenderung terus naik dari waktu ke waktu.

Murah Biaya Operasionalnya

Yang kedua, bisnis ini relatif murah biaya operasionalnya, karena itu bisa dianggap sebagai bisnis jasa-jasa murni, seperti bisnis hotel, salon, tukang cukur, bengkel mobil, penyewaan apartemen, penyewaan lapangan badminton, penyewaan lapangan tenis, atau penyewaan lapangan futsal, seperti itu. Tidak ada biaya kulak yang tinggi seperti toko/mini-mart atau perdagangan pada umumnya. Ujungnya dari biaya operasional yang murah ini nanti apa? Benar sekali: margin keuntungan yang relatif tinggi.

Tidak Perlu Banyak Tenaga Terampil

Yang ketiga, bisnis kolam renang relatif tidak terlalu memerlukan tenaga amat terampil, dan juga tidak memerlukan banyak pegawai. Jadi, lebih mirip penyewaan apartemen saja, atau penyewaan lapangan olah raga (stadion, futsal, badminton, tenis, dlsb). Bisnis hotel, masih memerlukan pegawai dalam jumlah banyak, dengan ketrampilan pelayanan yang tinggi. Salon dan tukang cukur, perlu tenaga penyalon dan penyukur yang handal. Bengkel mobil, idem ditto, perlu montir terampil. Mendapatkan pegawai terampil, ini bisa merupakan kendala kunci bagi enterpreuner. Demikian pula, mengelola pegawai dalam jumlah banyak, itu juga bisa menjadi kendala bagi enterpreuner. Dalam bisnis kolam renang, ini nyaris bukan kendala!

Tetap Menyerap Tenaga Kerja

Yang keempat,… walau tidak memerlukan tenaga terampil dalam jumlah banyak, kurang lebih cuma seperti toko/mini-mart/mracang, tapi bisnis kolam renang ini tetap menyerap tenaga kerja juga, manajer kolam, lalu pegawai yang bertugas jaga/mengawasi perenang, urusan karcis, memelihara kebersihan/operasional kolam, memelihara kebersihan umum, bisa juga ada pegawai untuk bisnis sampingan bagian penjualan makanan dan toko, juru parkir, dst. Di kolam kita, para guru renang, bisa juga mendapatkan nafkahnya. Bagi seorang ‘visioner’ di daerah, yang ingin berkontribusi untuk kampung halaman, ini bisa menjadi peluang yang pas.

Bayangkanlah, anda punya saudara-saudara, handai taulan, katakanlah, lima orang,… ada yang cuma lulusan SMA, ada yang lulusan perguruan tinggi atau jebolan perguruan tinggi tapi tidak punya keahlian istimewa apa-apa,… ada seorang yang sudah berumur, bisa manajemen dikit-dikit, terpercaya, tapi tidak punya penghasilan yang besar. Sudahlah, bikinkan saja kolam renang, dilatih sedikit oleh spesialis pembuat kolam renang, pasti bisalah menjalankan kolam renang. Lebih bisa daripada harus mengoperasikan, misalnya, bengkel sepeda motor atau perdagangan sembako.

Mencari Pelanggannya Tidak Ruwet

Yang kelima, kendala usaha biasanya adalah marketing. Membuat ‘dagangan’, berupa barang atau jasa, itu kadang bisa diatasi dengan lebih mudah, membuka toko, apa susahnya? Membuka bengkel motor, apa susahnya? Tapi, bagaimana mensukseskan pemasarannya? Itu adalah pertanyaan inti enterpreuner yang utama.

Nah, ini pula yang sering membuat orang maju-mundur untuk membuat lapangan olahraga (futsal, badminton, tenis, skating, dlsb). Lapangan bisa di-set-up dengan mudah, tapi kemudian kalau tidak ada yang menyewa, bagaimana? Bikin bengkel motor, tapi terus sepi sunyi, sendiri, rugilah bandar….

Kolam renang relatif berbeda. Karena ini bukan olah raga permainan, dan ada unsur relaksasi, unsur bermain, yang tinggi, dan juga tidak bersifat musiman, laki-perempuan, segala usia, anak-anak bahkan manula juga bisa,… maka, bila lokasi dipilih dengan baik, memasarkan kolam renang cenderung lebih mudah dibandingkan dengan, misalnya, lapangan badminton. Umumnya, pada week-days (senin s/d jumat), kolam renang menyasar pasar pelajar, anak-anak sekolah, mulai dari SD sampai SMA. Perguruan tinggi dan taman kanak-kanak sebetulnya bisa disasar juga, walau sekarang ini kurang lazim.

Caranya bagaimana? Berbagi-hasil dengan pihak sekolahan atau guru-gurunya. Dengan pola ini, sekolah/guru bergerak sebagai ‘pemasar’ yang rajin, karena mereka mendapat bagian, yang jumlahnya bisa cukup lumayan. Jadi,… pemilik kolam renang tidak harus menggaji pegawai sales/marketing yang khusus. Di sisi lain, untuk week-end (sabtu s/d minggu), kolam bisa menyasar pasar keluarga atau perenang umum, yang mungkin jumlahnya lebih sedikit, tapi membayar lebih mahal. Biasanya, pada suatu kota kecil, jumlah kolam renang relatif sedikit, sehingga terkenal, seantero kota, tahu akan keberadaan kolam renang itu, tidak perlu gembar-gembor promosi lagi. Di pihak lain, kalau di kota besar, orang cenderung suka dengan kolam renang yang dekat dengan tempat tinggalnya. Jadi, walaupun kolam renang jumlahnya banyak, tapi yang dekat dengan tiap-tiap pemukiman, tidaklah banyak, klop.

Jarang sekali kota yang punya substitusi untuk kolam renang, berupa danau, atau sungai, yang bening kencling. Kalau tidak mau membayar lapangan badminton, orang bisa tepak-tepakan di jalan depan rumah. Kalau tidak mau membayar sewa lapangan futsal, orang bisa main futsal di lapangan seadanya, tapi berenang,… kalau tidak di kolam renang, mau dimana? Kadang-kadang tidak mudah mencari alternatif lainnnya. Oleh karena itu, sering kita lihat kolam renang itu berjubel.

Di Kolam Renang Bisa Ada Bisnis Sampingannya

Yang keenam, bisa ada bisnis ikutan yang juga profitable di kolam renang yang terkelola dengan baik. Berbeda dengan lapangan badminton yang ‘relatif sepi’, kolam renang biasanya ramai kemrubut, dan biasanya orang berenang mudah lapar (atau haus juga!), sehingga bisnis makanan/minuman bisa jadi bisnis sampingan yang amat menguntungkan. Bisa pula dilirik pendapatan perparkiran, bila areanya memungkinkan.

Begitu banyak titik menariknya, tapi mengapa orang masih sedikit yang melirik ke bisnis ini? Mudah saja jawabannya, karena banyak orang belum tahu cara-caranya! Itulah yang akan diulas pada paket tulisan-tulisan di sini. Apakah mahal membuat kolam renang? Mahal itu relatif. Kalau anda melihat bangunan fisik kolam, katakanlah seluas 300 m2, lalu anda lihat bangunan fisik rumah tinggal, yang ukurannya 300 m2 juga, anda tentu akan yakin bahwa bangunan kolam renang itu lebih murah biaya pembangunannya dari rumah dengan luas yang sama. Dan memang demikian adanya. Jadi, kalau anda memiliki kesanggupan untuk membuat rumah seukuran 300 m2, mestinya membuat kolam renang pun anda bisa…. (YW)

sumber : http://www.ilmuiman.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: